
Sony Interactive Entertainment mengejutkan penggemar saat God of War : Sons of Sparta tiba secara langsung (“shadow drop”) di PlayStation 5 pada 12 Februari 2026, sebagai bagian dari perayaan 20 tahun franchise God of War. Dibuat oleh Mega Cat Studios dengan dukungan Santa Monica Studio, game ini menyajikan petualangan 2D side-scrolling action-Metroidvania yang mengeksplorasi masa muda Kratos bersama saudaranya, Deimos, saat menjalani pelatihan keras sebagai prajurit Sparta dan mencari teman yang hilang.
Premis dan Gameplay
Alih-alih mempertahankan format 3D aksi epik seperti pada entri utama, Sons of Sparta mengusung grafis pixel art retro, dengan fokus pada platforming, eksplorasi saling terhubung, serta pertarungan musuh mitologis dan bos yang menantang. Ceritanya bertema duty, honour, dan kerja sama kakak-beradik, meskipun skalanya terasa lebih sederhana dibanding game utama franchise yang terkenal dengan narasi dramatisnya.

Kritik dan Penerimaan
Respon terhadap game ini terbilang beragam hingga sedikit mengecewakan jika dibandingkan dengan seri utama:
Penilaian Awal Kritik
Beberapa reviewer profesional melihat Sons of Sparta sebagai game yang kurang mampu menonjol baik sebagai God of War maupun sebagai judul Metroidvania sendiri. Combat disebut terasa datang-datang saja, lambat, dan kurang berdampak, sementara visualnya dinilai “berantakan atau kotor” dalam animasi dan desain. Keseluruhan pengalaman disebut “layak” tapi tidak memuaskan ekspektasi tinggi franchise.
Hasil awal agregator seperti Metacritic menunjukkan skor sekitar 69/100, menjadikan ini salah satu entri dengan nilai terendah dalam keluarga God of War.
Reaksi Penggemar
Respons komunitas sangat terpecah. Banyak pemain memberi ulasan positif dengan pujian terhadap keterlibatan cerita, eksplorasi, dan pendekatan gameplay yang fun untuk genre ini. Beberapa orang menikmati perjalanan naratif Kratos muda, sementara lainnya merasa harga $30 agak tinggi untuk pengalaman Metroidvania 2D standar.
Namun di sisi lain, kritik keras datang bahkan dari David Jaffe, pencipta God of War original, yang menyebut game ini “insulting” dan tidak mencerminkan identitas franchise.
God of War : Sons of Sparta menjadi bukti bahwa bahkan franchise sebesar God of War pun berani keluar dari zona nyaman. Pendekatan 2D yang diusung di PlayStation 5 memang tidak sepenuhnya memuaskan semua penggemar, namun tetap menghadirkan sudut pandang baru terhadap kisah dan karakter yang sudah lama dicintai. Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, eksperimen ini menunjukkan bahwa eksplorasi kreatif selalu menjadi bagian penting dalam evolusi sebuah waralaba besar, dan perdebatan yang lahir darinya justru membuktikan betapa kuatnya daya tarik nama God of War hingga hari ini.
![[Review] God of War : Sons of Sparta PS5, Eksperimen 2D yang Menuai Reaksi Beragam](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/02/godwar_4809833b-750x536.jpg)














![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)