Aktor suara asal Amerika, Zach Aguilar, yang dikenal sebagai pengisi suara bahasa Inggris Tanjiro Kamado, baru-baru ini membagikan pengalaman mendalamnya dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Anime Corner.
Dalam wawancara tersebut, ia berbicara tentang perjalanan kariernya, tantangan mengisi suara untuk anime fenomenal Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, serta dedikasi fisik dan emosional yang dibutuhkan untuk menghidupkan karakter Tanjiro.
Zach mengungkapkan bahwa kecintaannya pada dunia akting sudah dimulai sejak kecil. Ia sempat terlibat dalam dunia akting layar sebelum akhirnya menemukan passion di bidang voice acting saat remaja.
Anime seperti Naruto, Bleach, dan Death Note menjadi inspirasi awalnya. Titik balik kariernya datang ketika ia mengikuti kompetisi Adventures in Voice Acting pada 2014 dan keluar sebagai pemenang. Sejak saat itu, kariernya perlahan berkembang hingga akhirnya mendapatkan peran besar sebagai Tanjiro.
Menurut Zach, salah satu tantangan terbesar adalah proses rekaman yang tidak dilakukan secara berurutan. Ia sering kali harus merekam adegan klimaks emosional sebelum adegan awal cerita selesai.
Hal ini menuntutnya untuk:
-
Masuk ke kondisi emosional ekstrem secara instan
-
Mengingat perkembangan karakter tanpa konteks penuh
-
Menjaga konsistensi emosi Tanjiro sepanjang cerita
Ia menekankan bahwa Tanjiro bukan hanya karakter protagonis biasa. Kebaikan hati, empati terhadap musuh, serta tekad yang tidak mudah patah menjadi inti utama yang harus selalu terasa dalam suaranya.
Menariknya, Zach tidak hanya mengandalkan teknik vokal. Untuk adegan pertarungan atau kelelahan, ia benar-benar melakukan gerakan fisik di dalam ruang rekaman.
Ia bahkan:
-
Jogging ringan untuk menghasilkan napas terengah-engah yang realistis
-
Menggerakkan tubuh saat adegan bertarung
-
Melakukan pemanasan suara intens sebelum sesi teriakan panjang
Adegan scream atau teriakan pertarungan disebutnya sebagai bagian paling berat secara fisik. Setelah sesi rekaman berat, ia biasanya mengistirahatkan suara sepenuhnya untuk mencegah cedera pita suara.
Walau rekaman dubbing biasanya dilakukan secara terpisah, Zach mengatakan ia sangat menikmati mendengar performa rekan sesama pengisi suara, termasuk Johnny Yong Bosch, yang mengisi suara Giyu Tomioka.
Mendengar dialog versi final membantu Zach membangun reaksi emosional yang lebih natural, seolah-olah ia benar-benar berinteraksi langsung dengan karakter lain.
Dalam wawancara tersebut, Zach juga mengungkap bahwa ia sempat mengusulkan perubahan dialog agar lebih sesuai dengan versi manga. Ia merasa penting untuk menjaga esensi asli karakter Tanjiro agar tetap setia pada sumber cerita.
Baginya, Tanjiro adalah simbol harapan dan empati bahkan terhadap iblis yang menjadi musuhnya.
Zach menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar Demon Slayer di seluruh dunia. Ia menyadari bahwa Tanjiro telah menjadi karakter yang sangat berarti bagi banyak orang.
Ia juga mengisyaratkan sedang terlibat dalam beberapa proyek baru, meski belum dapat diumumkan secara resmi.
Wawancara ini memperlihatkan bahwa menjadi suara Tanjiro bukan sekadar pekerjaan bagi Zach Aguilar. Peran tersebut menuntut dedikasi emosional, stamina fisik, dan pemahaman mendalam terhadap karakter.
Dari teknik pernapasan di booth hingga menjaga keaslian dialog, Zach membuktikan bahwa voice acting adalah seni yang kompleks dan penuh komitmen.
Dengan perjalanan cerita Demon Slayer yang masih berlanjut, para penggemar tentu bisa menantikan lebih banyak momen emosional yang akan dibawakan oleh suara Tanjiro di masa depan.














![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)