Sejumlah acara anime di Tiongkok dilaporkan melarang cosplay serta penjualan merchandise Detective Conan menyusul kontroversi sejarah yang kembali mencuat dan melibatkan anime My Hero Academia. Keputusan ini menuai perhatian luas karena Detective Conan sejatinya tidak terlibat langsung dalam isu tersebut, namun ikut terkena dampaknya.
Masalah ini bermula dari ilustrasi kolaborasi antara kreator Detective Conan dan My Hero Academia yang dirilis baru-baru ini. Ilustrasi tersebut memicu kembali kemarahan sebagian publik Tiongkok terkait kontroversi lama My Hero Academia, khususnya soal referensi nama karakter yang dianggap menyerupai Unit 731, unit militer Jepang yang dikenal melakukan eksperimen manusia pada masa Perang Dunia II.
Kontroversi tersebut kembali menjadi sorotan karena isu sejarah ini sangat sensitif bagi masyarakat Tiongkok. Meski ilustrasi tersebut bersifat perayaan kreatif, reaksi publik berkembang luas dan berdampak ke judul lain yang terlibat dalam kolaborasi, termasuk Detective Conan.
Sebagai respons, sejumlah penyelenggara acara anime di Tiongkok, termasuk di Lanzhou, Provinsi Gansu, mulai menerapkan larangan per 5 Februari. Aturan tersebut mencakup:
-
Larangan cosplay karakter Detective Conan dan My Hero Academia
-
Pelarangan penjualan merchandise resmi maupun fanmade dari kedua seri
-
Pembatasan atribut budaya tertentu seperti kimono, geta, dan pakaian yang dianggap berbau militerisme Jepang
Pihak penyelenggara menyatakan kebijakan ini diterapkan demi menghormati sensitivitas sejarah dan menjaga ketertiban acara.
Bagi komunitas cosplay dan penggemar anime, kebijakan ini menimbulkan kekecewaan, terutama karena Detective Conan selama ini dikenal sebagai seri detektif yang relatif netral dari isu politik atau sejarah. Namun, di Tiongkok, sentimen publik terhadap sejarah Perang Dunia II dan pendudukan Jepang masih sangat kuat, sehingga penyelenggara acara memilih langkah preventif.
Beberapa penggemar bahkan mengaku harus mengganti kostum atau membatalkan partisipasi mereka di acara anime setempat. Sementara itu, diskusi soal batasan budaya, sejarah, dan hiburan kembali mencuat di media sosial Tiongkok.
Kasus ini menunjukkan bagaimana isu sejarah dan sentimen nasional masih memiliki pengaruh besar terhadap industri hiburan dan budaya pop di Tiongkok. Meskipun Detective Conan tidak terlibat langsung dalam kontroversi, keterkaitannya dengan kolaborasi tersebut membuatnya ikut terdampak.
Ke depan, penggemar berharap ada kejelasan dan solusi agar karya hiburan dapat dinikmati tanpa terus terseret polemik sejarah yang sensitif.



![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)