Bos dari platform distribusi game PC GOG memberikan pandangan yang mengundang perdebatan tentang masa depan industri game. Menurutnya, jika para developer atau pembuat game dipaksa untuk mempertahankan permainan mereka selamanya, hasilnya justru bisa membuat jumlah game yang dirilis di masa depan menjadi lebih sedikit.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Maciej Gołębiewski, Managing Director GOG, ketika diminta komentarnya tentang diskusi yang sedang berlangsung mengenai pelestarian game, upaya agar game tetap dapat dimainkan oleh pemain di masa depan, bahkan setelah server ditutup atau dukungan resmi dihentikan.
Gołębiewski mengatakan bahwa memastikan sebuah game tetap “hidup” selamanya terdengar seperti gagasan yang mulia, namun dalam praktiknya bisa menjadi beban besar bagi developer. Ia menjelaskan bahwa jika regulator atau kebijakan memaksa developer untuk terus mendukung game mereka untuk jangka waktu yang tak terbatas, banyak pembuat game justru akan merasa takut mengambil risiko membuat game baru. “Mereka akan berpikir ‘Sekarang saya harus mengalokasikan dana untuk membuatnya, mempromosikannya, dan kemudian mempertahankannya selama 10, 20 tahun karena aturan ini’. Itu bisa membuat jumlah game baru yang kita lihat menjadi lebih sedikit,” ujarnya.
Komentar ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu game yang hilang selamanya setelah layanan dimatikan, seperti yang terjadi pada Anthem, sebuah game online yang baru-baru ini tidak lagi dapat dimainkan setelah servernya ditutup oleh publisher. Banyak pemain dan kelompok advokasi seperti Stop Killing Games mendorong aturan yang mewajibkan game tetap dapat diakses dalam bentuk offline atau melalui server komunitas setelah dukungan resmi berhenti.
GOG sendiri dikenal aktif dalam pelestarian game klasik, seperti melalui program GOG Preservation yang memastikan game-game lawas tetap kompatibel di PC modern. Namun, Gołębiewski menekankan bahwa ada keseimbangan antara melindungi karya lama dan memberi ruang bagi inovasi baru.
Hingga kini belum ada kebijakan resmi dari regulator manapun yang mengharuskan developer untuk mempertahankan game selamanya. Namun perdebatan ini mencerminkan ketegangan antara hak konsumen untuk tetap mengakses game yang mereka beli dan beban ekonomi yang bisa ditimbulkan bagi pembuat konten.
pernyataan Bos GOG ini membuka sudut pandang baru tentang kompleksitas pelestarian game di industri modern. Di satu sisi, pemain tentu ingin game yang mereka beli tetap dapat diakses di masa depan, namun di sisi lain developer juga menghadapi beban biaya dan risiko yang tidak kecil. Tantangan ke depan adalah menemukan titik tengah yang adil, agar upaya menjaga game tetap hidup tidak justru menghambat kreativitas dan kelahiran judul-judul baru yang segar bagi para gamer.


















![[Rekomendasi] Cara Mendapatkan Skin “Dynamo Dancer” Secara Gratis di Fortnite](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/05/dfhgfdgfdg-120x86.jpg)