Industri game horor Indonesia kembali menunjukkan taringnya lewat KONON: The Ritual, sebuah game psychological horror berbasis narasi yang terinspirasi langsung dari folklore dan mitologi lokal. Game ini mengambil latar di Tenggarong, sebuah kota kecil yang diselimuti kenangan kelam, ritual kuno, dan keberadaan roh-roh gelisah yang mengaburkan batas antara realitas dan mimpi buruk.
Menyelami Ingatan, Trauma, dan Ritual Terlarang
Pemain akan mengikuti kisah Andini, seorang karakter yang perlahan membuka “indra keenam” untuk melihat petunjuk yang tak kasat mata. Melalui kemampuan ini, pemain dapat berinteraksi dengan arwah, membaca jejak emosi yang tertinggal, serta mengungkap rahasia masa lalu yang sengaja dikubur dalam-dalam.
Alih-alih mengandalkan jumpscare berlebihan, KONON: The Ritual mengusung pendekatan horor yang lebih atmosferik dan psikologis. Rasa tidak nyaman dibangun secara perlahan lewat eksplorasi lingkungan, narasi simbolik, serta tekanan emosional yang terus meningkat seiring terkuaknya trauma dan ritual kuno yang menolak untuk dilupakan.
Proyek Personal dari Pengembang Indie Indonesia
Dikembangkan secara independen sejak akhir 2022, KONON: The Ritual merupakan proyek personal dari Luthfi Naufal, yang awalnya bermula sebagai tugas akhir kuliah. Hampir seluruh aspek pengembangan dikerjakan secara mandiri, mulai dari:
-
Pixel art dan animasi
-
Penulisan cerita dan world-building
-
Desain gameplay
-
Hingga pengolahan atmosfer visual
Untuk memperkuat nuansa horor, Luthfi kemudian berkolaborasi dengan Aprido Perdana sebagai komposer utama. Musik yang dihadirkan terinspirasi dari gaya film horor era 80-an, menciptakan suasana mencekam yang nostalgik namun tetap relevan bagi pemain modern.
Horor Lokal yang Layak Diantisipasi
Dengan identitas budaya Indonesia yang kuat serta fokus pada cerita dan eksplorasi psikologis, KONON: The Ritual menjadi salah satu game horor lokal yang patut mendapat perhatian, khususnya bagi penggemar narrative horror dan folklore Asia Tenggara.
Saat ini, KONON: The Ritual sudah tersedia untuk di-wishlist di Steam, dan digadang-gadang sebagai salah satu judul horor indie Indonesia yang menjanjikan pengalaman berbeda lebih sunyi, lebih personal, dan jauh lebih mengganggu secara emosional.



![[Rumor] Ubisoft Siap Rilis Assassin’s Creed : Resynced 9 Juli 2026, Fans Mulai Berspekulasi](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/s-350x250.png)
![[Rumor] Capcom Redesign Diana di Pragmata Picu Kontroversi, Fans Terbelah](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/4679533-pragmata-maintrailer1-26screenshot-350x250.jpg)

![[Rumor] EA Dikabarkan Akan Tutup 28 April, Fakta Sebenarnya Perlu Diluruskan](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/04/electronic-arts-games_6e988-6180ccfa-350x250.jpeg)








![[Tutorial] Cara Mendapatkan Kemampuan Lompatan Ganda di Crimson Desert](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/7StKQB3euTrxpdBpWYWPmT-120x86.webp)

![[Recomendasi] 5 Game RPG Korea Terbaik Berdasarkan Peringkat](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/14901030711713929592-120x86.webp)
![[Review] DLC Assassin’s Creed Mirage : Valley of Memory, Kisah Perjalanan Basim yang Luar Biasa](https://gimnoar.com/wp-content/uploads/2026/03/Assassins-Creed-Mirage-Valley-of-Memory-Review-120x86.jpg)